Betta Fighter Bagan For Sale (stock ready)


For Sale : Bagan Betta fighter
Size         : Medium.
Color      : Green Red, Blue, Steel blue
Attack   : 40% Corners of mouth & Eyes, face
20% Ears to stomach, neck
40% Base of tail
Price: US$ 7.5



Advertisements
Posted in suka-suka | Leave a comment

AIR dan PAKAN CUPANG HIAS

Kualitas Air
Seperti pemeliharaan ikan hias pada umumnya, kualitas air yang digunakan dalam pemeliharaan ikan cupang harus disesuaikan dengan syarat hidupnya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya akan berjalan secara optimal.

a. Derajat keasaman (pH)

Derajat keasaman dapat didefinisikan sebagai besarnya kandungan hidrogen dalam air, disebut juga pondus hydrogenii (pH). Hubungan pH dengan kehidupan ikan sangat erat. titik kematian ikan biasanya terjadi pada pH 4 atau asam dan pH 11 atau basa. Demikian juga reproduksi atau perkembangan ikan dan adanya bibit penyakit sangat tergantung pada pH.
Dihabitat asalnya, ikan cupang sangat cocok berkembang dengan kondisi air yang memiliki pH sebesar 6,2 – 7. Sementara itu, air tanah di Indonesia umumnya memiliki pH sebesar 5,2-6,8. Karena itu, sering kali ke dalam air yang akan digunakan harus ditambah kapur bordo sebanyak 2 ml per 1 liter air agar tercapai pH ideal. Namun, bila air yang akan digunakan tergolong memiliki pH diatas netral, para hobiis dan peternak menggunakan daun ketapang atau Palaqium clarkeanum untuk mencapai pH ideal.
Untuk mengetahui ketepatan pH air yang akan digunakan dapat dilakukan pengukuran sederhana menggunakan kertas lakmus yang dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko kimia.
Ketidakidealan pH air yang dipakai untuk budi daya cupang hias akan sangat berpengaruh terhadap tingakt perkembangan dan pertumbuhan ikan tsb. Indikasi awal yang dapat dijadikan pedoman berkaitan dengan ketidakidealan pH air ini dapat dilihat dari tingkah laku cupang hias peliharaan.
– Tidak memiliki nafsu makan
– Cara berenangnya tidak stabil, gelisah atau sradak-sruduk
– Tidak mampu berkembang biak atau bertelur.
– Pertumbuhan terhambat.

b. Amonia dan Nitrit

Amonia adalah gas buangan hasil metabolisme ikan, baik sisa kotoran ataupun sisa pakan. Sisa pakan umumnya membusuk sehingga membuat kandungan amonia dalam air meningkat. Kandungan amonia yang tinggi akan menyebabkan ikan keracunan atau mabuk.
Nitrit adalah gas yang sangat beracun. Nitrit adalah hasil perompakan protein yang merupakan bagian dari amonia. Air yang kotor dengan tingkat penyebaran ikan yang banyak umumnya mempunyai kandungan nitrit yang tinggi.
Untuk mengurangi kandungan 2 zat tersebut dapat dilakukan dengan cara penggatian air secara rutin, pemberian aerasi, penguapan, atau reaksi kimia dengan nitrogen.

c. Oksigen Terlarut

Oksigen adalah unsur terpenting dalam kehidupan organisme. keberadaan oksigen ada di udara maupun terlarut dalam air. Beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya oksigen terlarut dalam air antara lain sebagai berikut:
* Adanya pergerakan dipermukaan air, misalnya riak atau gelombang, akan mempercepat proses difusi.
* Makin tinggi suhu, makin sedikit oksigen terlarut.
* Makin tinggi suatu daerah makin rendah tekanan udaranya sehingga makin rendah pula kadar oksigen terlarut.
* Makin tinggi kandungan garam, makin sedikit oksigen terlarut.
* Sinar dan tanaman hijau sangat membantu. Namun meski banyak tanaman hijau, bila sinar matahari tidak cukup maka oksigen terlarutpun semakin sedikit
Selama ini, ikan cupang dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap rendahnya oksigen terlarut dalam air. Hal ini dimungkinkan karena ikan cupang termasuk ikan labirin, yaitu mampu mengambil oksigen langsung dari udara. Namun, tentu saja akan lebih baik bila kandungan oksigen terlarut lebih banyak.
Kandungan oksigen terlarut yang terlampau rendah dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, sirip tidak berkembang sempurna, dan bentuk tubuh tidak menarik pada ikan cupan peliharaan.

Sumber = Budi Daya Cupang Hias oleh Irwan Sugandy (2004)

SUHU AIR IDEAL
Ikan Cupang Hias adalah ikan tropis, jadi mereka sangat menyukai air yang hangat, tapi tidak terlalu hangat.

Kisaran suhu air optimal untuk ikan cupang Anda adalah 23-25 derajat Celcius. Penurunan suhu sampai 21 C atau kenaikan sampai 27 C masih dapat ditolerir, tapi 27-30 derajat biasanya digunakan untuk aquaruim rumah sakit di mana anda memisahkan ikan yang sakit dan menambahkan obat untuk penyakit tertentu. Memelihara ikan Anda di hangat dan lebih santai akan memungkinkan mereka bisa sembuh lebih cepat.

Jika anda membuat air terlalu dingin, sistem kekebalan tubuh ikan anda akan terganggu dan penyakit akan menyerang ikan cupang hias. Jika Anda membuat air yang terlalu hangat, bakteri akan tumbuh dan membuat air tercemar sehingga ikan akan sulit bernafas. Konsisten, stabil, dan bahkan air suhu dalam kisaran yang tepat akan sangat membantu menjamin kesehatan dan kesejahteraan ikan cupang hias. Dia akan membalas dengan keindahannya.

Ikan cupang hias anda akan lebih aktif ketika anda menjaga suhu air dengan tepat untuk mereka. Mereka akan menjadi normal, responsif, dan mereka dengan senang hati menari2 untuk anda.Ketika anda menjaga kesehatan ikan cupang hias anda dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Maka anda akan melihat warna sejati mereka – secara harfiah dan kiasan.

Sumber : http://www.bellao*nline.com/articles/art17131.asp

Jenis-jenis pakan alami
Jenis dan cara pemberian pakan kepada cupang hias tidaklah rumit. Cupang hias memerlukan protein untuk kekuataun dan pembentukan tubuh, juga memerlukan vitamin dan mineral penting lainnya untuk aktivitas dan menjaga daya tahan tubuhnya. Jenis pakan alami yang sangat cocok bagi perkembangan dan pertumbuhan cupang hias antara lain cuk atau jentik nyamuk, kutu air, cacing sutra, dan infusoria. Meskipun saat ini dikenal pula pakan buatan, misalnya tubifex worm, tepung artemia salina, dan frozen bloodworm, tetapi sebaiknya menjadi pilihan terakhir untuk digunakan.

Waktu yang tepat untuk memberikan pakan adalah pukul 10.00 dan pukul 16.00.

a. Cuk

Cuk atau jentik nyamuk pada daerah beriklim tropis seperti Indonesia, berkembang dengan subur. Jentik nyamuk banyak disinyalir mampu membangkitkan tenaga dan mencemerlangkan warna cupang hiar. Pemberian yang teratur sesuai kebutuh cupang hias membuat tubuh ikan tampil lebih atletis dan proporsional.

b. Kutu Air

Sebenarnya yang selam ini dikenal sebagi kutu air bukanlah kut, melainkan udang renik Cladocera. Kutu air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan sirip cupang hias, yaitu mampu membuatnya tumbuh lebih lebar dan panjang. Namun, harus diingan, jangan memberikan kutu air hitam atau cyccllops pada burayak cupang hias karena dapat menyebabkan kematian.

c. Cacing Sutra

Cacing sutra (Tubifex sp.) atau sering disebut cacing rambut merupakan pakan yang sangat akrab bagi ikan hias, demikian pula cupang hias. Namun, untuk cupang hias yang siap bertelur, cacing sutra sebaiknya tidak diberikan karena kandungan lemaknya dapat menyumbat saluran telur sehingga menghambat proses kematangan kelamin cupang hias. Cacing ini hidup didasar perairan yang banyak mengandung bahan organik seperti comberan. Sepintas caing ini mirip benang kusut berwarna merah.
Sebelum digunakan sebaiknya cacing sutra dibersihkan terlebih dahulu agar bibit penyakit yang mungkin ter bersamanya tidak ikut termakan cupang hias.

d. Infusoria

Pakan alami ini merupakan jada renik yang sangat kecil, berukuran 0,04 – 0,1 mm, sehingga tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Karena itu cocok diberikan kepada burayak yang baru menetas ketika cadangan makan yang berasal dari kuning telurnya habis.

Sumber = Budi Daya Cupang Hias oleh Irwan Sugandy (2004)

Pakan Ikan Cupang :

Posted in betta mania | Leave a comment

Betta Plakat Reguler for Sale… ^^ monggo…

Buka lapak lagi ahhhhhhh…. ^^

Female PK (Semi GIANT)
Umur : 7 Bulan
Ukuran : Panjang 5cm
Stock : Ready
0817 276 093 (Bacile Betta)

PLAKAT LAVENDER (Reguler)
Umur : 6 Bulan
Ukuran : M
Stock : Ready
0817 276 093 (Bacile Betta)

PLAKAT (Reguler)
Umur : 6 Bulan
Ukuran : M
Stock : Ready
0817 276 093 (Bacile Betta)


PLAKAT LAVENDER & PLAKAT WARNA DASAR TERANG (Reguler)
Ukuran : S & M
Stock : Ready
0817 276 093 (Bacile Betta)

PLAKAT YELLOW DRAGON (Reguler)
Ukuran : S & M
Stock : Ready
0817 276 093 (Bacile Betta)

Posted in Jual Betta nih... ^^ monggo.. | Leave a comment

Latih si ‘jago laga’ anda…

wah, ada postingan menarik nih… numpang copy paste deh dari blog ‘Cupang Adu Indonesia’… sekedar membantu menyampaikan informasi… syukur2 berguna.. heuheu…monggo dibaca…

Beberapa cara melatih cupang aduan

Ikan yang baru harus kita letakan/tempatkan didalam wadah berwarna gelap yang sisinya tertutup seperti ember dan botol besar bekas air mineral yang di cat bagian luarnya kurang lebih 1 sampai 2 minggu. Letakan ikan ditempat yang terjangkau oleh sinar matahari pagi yang tidak menyengat dan didalamnya kita berikan daun ketapang kering secukupnya agar kondisi dan Ph air menjadi lebih cocok dan nyaman bagi ikan, gantilah air tersebut dua atau tiga hari sekali dan jangan lupa agar ikan diberi makan setiap hari. Beri makan ikan dengan jentik nyamuk yang sudah disaring dan dibersihkan terlebih dahulu agar ikan tidak mengalami ganguan kesehatan dan pencernaan, pemberian pakan selama ikan didalam ren-an sebaiknya jangan dibatasi, berikan full saja. Dianjurkan agar jangan terlalu lama menempatkan ikan di dalam ren-an, paling lama 2 minggu setelah angkat lubuk mental ikan pasti sudah dapat. terlalu lama diren-an akan memberikan dampak yang kurang baik untuk ikan.

1. Setelah sudah cukup waktunya di pagi hari ikan kita angkat dari ren-an dan kita pindahkan didalam stoples cherry yang didalamnya sudah diisi air putih bersih yang telah diendapkan terlebih dahulu. Biarkan ikan selama 15 menit didalam stoples lalu kita masukan satu ekor ikan betina, biarkan ikan betina didalam stoples sebentar saja tetapi harus diawasi dan ketika ikan jantan mulai untuk mencoba melakukan gigitan, ikan betina harus segera kita angkat dan pindahkan. Setelah ikan betina kita angkat, kita dekatkan stoples lain yang sudah berisi ikan jantan lain. Jarak antara stoples kurang lebih 3-4 jari kita, sandingkan ikan sampai ganas lalu air didalam stoples kita putar dengan menggunakan kayu yang ujungnya diberi busa atau bisa juga menggunakan serokan kecil, Putaran kita buat satu arah dan perlahan saja tapi jangan terlalu lama, biarkan sampai air tenang lalu ulangi lagi putaran dengan arah yang sama hingga 5 kali berturut-turut dan istirahatkan ikan sebentar sampai air tenang kemudian kita putar lagi ikan dengan arah yang berlawanan sebanyak putaran yang diberikan pertama. Posisi ikan biarkan disanding bersebelahan dengan stoples yang berisi ikan jantan lain. Ingat!!! Jangan terlalu cepat dalam melakukan putaran, cukup sampai air sudah terlihat bergelombang saja dan usahakan agar kayu atau sarana yang digunakan untuk memutar tidak sampai mengenai ikan dengan keras. Yang harus ditingkatkan dari latihan ini adalah lama putaranya bukan kecepatan putaranya.

2. Setelah diputar biarkan ikan istirahat 15 menit tapi sekat antara ikan harus tetap dibuka dengan jarak 3-4 jari, lalu kita angkat ikan dengan serokan dan pindahkan kedalam stoples cherry yang didalamnya hanya diisi air sebanyak dua sendok teh saja, tutup stoples dengan plastik lalu ikat kencang dengan karet supaya jangan ada udara yang masuk keluar didalam stoples kemudian posisi stoples kita letakan miring/tidur. Biarkan ikan didalam dengan keadaan terlentang selama kurang lebih 2 jam tanpa ada udara yang keluar masuk didalamnya. Latihan ini jangan terlalu sering dilakukan, cukup 2 kali saja dalam training selama 1 minggu.

3. Setelah itu ikan kita pindahkan diwadah yang lebih besar lagi seperti aquarium atau ember besar. Biarkan ikan didalam selama 15menit, lalu masukan ikan betina kecil yang belum matang telur sebanyak 3-5 ekor. Biarkan ikan jantan mengejar ikan-ikan kecil tersebut sampai kurang lebih 2 jam. Pilihlah ikan betina kecil yang sehat agar mereka bisa lari secepat mungkin dan menghindar dari gigitan ikan jantan yang sedang dilatih, sehingga dapat menjaga ketajaman gigi ikan sebelum diadu. latihan ini diberikan setiap hari sebelum ikan diistirahatkan.

Lakukan training/latihan setiap hari pada waktu pagi sampai siang hari. Beri makan ikan hanya sekali saja yaitu pada sore hari dan biarkan ikan istirahat pada malam hari. Pemberian pakan dalam masa training jangan berlebihan dan pakan harus pakan hidup dan alami yang sudah disaring/dibersihkan terlebih dahulu sehingga bibit penyakit yang mungkin terbawa didalam makanan dapat keluar dan menjadi aman untuk dikonsumsi oleh ikan.

Pilihlah ikan yang paling siap dan sehat untuk diadu, ikan yang siap adalah ikan yang selalu mengembangkan sirip dan membuka tutup insangnya ketika melihat apa saja benda yang warna dan bentuknya menyerupai ikan lain.

4. Tiga hari sebelum ikan diadu ikan jangan dilatih lagi. Cukup diistirahatkan saja didalam stoples cherry yang airnya hanya diisi ½ dari ketinggian stoples saja lalu beri daun ketapang secukupnya. Tiap sore hari ikan kita sandingkan sebentar saja lalu kita beri makan dan langsung diistirahatkan lagi.

5. Pada hari akan diadu, di pagi hari ikan kita beri makan 2-3 jentik nyamuk, tiga jam kemudian ikan kita sandingkan dengan jarak 3 jari selama beberapa menit sampai menjadi ganas dan ikan siap dibawa ke arena untuk bertarung.

Disarankan selama ikan keluar dari renan dan dilatih/rawat didalam stoples diwaktu pagi hari ikan dijemur dahulu dibawah sinar matahari pagi selama 15 menit sebelum latihan dimulai, dan ketika ikan akan beristirahat sesudah latihan sisi dinding stoples tempat ikan harus dibungkus/tutup dengan kertas/Koran.

Training/latihan sebaiknya jangan lebih dari 2 minggu diberikan karna dapat menyebabkan strees dan gila kawin kepada ikan. Terlalu lama di stoples juga akan memberikan dampak yang sama bila ikan tidak cepat diadu. Hal ini termasuk salah satu faktor yang dapat menyebabkan kekalahan ikan diarena. Kita juga harus jeli dalam memilih ikan sebelum dibawa ke arena. Mulai dari kesehatan, stamina dan mood ikan harus diperhatikan agar kita bisa yakin bahwa ikan kita benar-benar siap untuk diadu diarena. Lihat juga kalau warna tubuhnya sedikit pucat atau warna matanya berbeda sewaktu di sandingkan, bisa saja ikan sedang mengalami saat drop atau mabung. Disaat-saat seperti ini ikan pasti tidak punya insting untuk mempertahankan wilayahnya, dan daya tahan tubuhnya pun pasti akan sangat lemah ketika diadu.

Posted in betta mania | Leave a comment

Tips memelihara ikan cupang

TIPS memelihara cupang hias

Berminat memelihara cupang hias? Untuk mendapatkan jenis yang baik, ada beberapa saran untuk itu.
Peliharalah yang masih bakalan (muda). Asalkan tidak cacat, berkelamin jantan, sehat dan lincah. Perhatikan pula warna tubuhnya yang harus cemerlang, warnanya harmonis, merata, baik di tubuh dan siripnya, serta bermental baja.
Menurut pengalaman para pakar, untuk memperoleh bakalan cupang hias yang baik memang tidak sesulit mendapatkan bakalan cupang aduan. Sebab cupang hias lebih mudah dilihat kelebihan fisiknya ketimbang jenis aduan yang kudu dinilai juga gaya bertarungnya, pukulan andalannya dan perilaku lain yang kadang susah ditebak jika tak melihat sendiri. Sementara cupang aduan belum dijamin kualitasnya hanya dengan melihat sosoknya.
Usia cupang bakalan yang ideal untuk dipelihara berkisar 1,5—5 bulan. Di umur itu, harganya lebih murah ketimbang kalau membeli yang dewasa. Lagi pula menyaksikan ia berkembang dan bertumbuh besar, punya keasyikan tersendiri. Saat ini cupang untuk kontes usianya 3—5 bulan dengan kategori yunior.
Untuk membekali cupang agar memenangkan kontes di kemudian hari, perlu mengikuti latihan. Training itu dilakukan saat ikan berusia ideal yakni 1,5—2 bulan dengan sarana yang ideal bagi perkembangannya. Ibarat melatih calon atlet, sebaiknya sejak dini juga diperkenalkan ”teknik bertanding”.
Langkah-langkahnya sebagai berikut. Bila kita memperoleh dengan cara membeli, cupang dimasukkan ke dalam akuarium soliter dan diberi penyekat antar- akuarium lainnya. Air yang dipakai harus diganti tiap tiga hari sekali. Agar tetap nafsu makannya terjaga, airnya ditambahkan ammonia chloraminei dengan dosis 2 ml tiap 2,5 liter air.
Di pagi hari bukalah sekat setinggi setengah ketinggian air selama sepuluh menit. Ini bertujuan agar cupang saling berhadapan dan terbiasa mengembangkan sirip-siripnya di dalam air.
Sesudah sepuluh menit, sekat kembali ditutup seluruhnya. Barulah diberi pakan sampai kenyang, tetapi usahakan agar tak ada sisa makanan untuk menjaga kebersihan air.
Jika siang hari, sekat kembali dibuka. Biarkan sepuluh menit saling berhadapan. Setelah selesai, sekat ditutup kembali dan pakan diberikan. Sore hari, masukkan ke dalam akuarium cupang betina yang belum siap kawin. Biarkan selama 15—20 menit. Jika betina lebih galak, segera pisahkan. Bila telah selesai, pakan baru diberikan.
Pelatihan lain yang tak kalah penting adalah penjemuran. Namun frekuensinya tidak tiap hari, cukup dua kali seminggu dan lamanya sekitar 15—20 menit, sambil dihadapkan dengan cupang dari kategori lain. Sesudah itu jangan lupa untuk mengganti air dengan penyifonan (disedot), sisakan sepertiganya. Lalu isi dengan air yang sudah diinapkan.
Pelatihan yang ajeg membuat cupang hias lebih siap disertakan dalam kontes ”kecantikan cupang”. Tetapi untuk menjaga keutuhan sirip dan kesehatannya, sebelum dikonteskan, cupang dimasukkan dalam ”pelatnas”, alias dipersiapkan secara khusus. Waktu yang ideal adalah seminggu sebelum kontes. Bukan main ! (tot)

dari : http://www.sinarharapan.co.id

Posted in betta mania | Leave a comment

Betta for Sale

This gallery contains 9 photos.

Salam Betta mania… !!! ^^ wah.. wah.. hobby boleeeehhh….. sah sah saja… biasa….. tapi kalo hobby bisa menghasilkan uang… itu baru luar biasa… nah… saya mau coba menguangkan hobby saya.. hehe.. buka lapak diblog sendiri… jual ikan betta… tp khusus … Continue reading

Gallery | 2 Comments